About MinA

Love Cho Kyuhyun so much. He had stolen my heart for 3 years and I think he won’t return it back to me. 75% my heart containing that evil with angelic voice, Cho Kyuhyun. 25% for others. A crazy girl who spent her life just for a guy (Kyuhyun) who never look into her 😥 Love coffee, chocolate, Ice cream, chili, rain, fireworks and rendang 😀 Hate vegetables so much! Writing short story or fan fiction. Have neverend couple, Shin Hae Joon. Keep singing better and better again with a hope someday I can sing with Kyuhyun. Fangirl. My name is Choi MinA.

Annyeong yeorobun^^

Aku sebenarnya bingung mau nulis apa. Aku bukan orang yang pandai kenal-kenalan. Aku juga bukan orang yang suka banyak ngobrol. heuhh… aku bingung. Ok! aku tahu ini biasa banget, garing banget tapi kita kenalan pakai random introduction aja ya.

Namaku Mita S. Khansa Davonne. Nama koreaku Choi MinA. Lahir di Jakarta, 04 Maret 1995. Mmh.. aku sekolah di SMAN 53 Jakarta, XI IPS. cita-citaku? Jadi istri yang baik dan ibu yang baik juga untuk anak-anakku kelak, mungkin? Aku seorang pemakan segalanya terkecuali, SAYURAN. Aku benci sayuran.

Tentang Korea. Aku kenal Korea dan segala tek tek bengek yang termasuk kedalamnya sejak 7 tahun lalu. Saat aku harus menjadi korban tanteku yang pada saat itu tinggal dirumahku ntuk menemaninya menonton drama korea. cukup bersyukur, karena dari situ aku bertemu dengan makhluk mempesona bernama Cho Kyuhyun.

Aku bukan ELF. Sekali lagi aku bukan ELF. Aku BANA. Aku seorang BANA yang keracunan pria bernama Cho Kyuhyun. Hidupku setiap harinya hanya berotasi pada Kyuhyun, Kyuhyun dan Kyuhyun. Entah apa yang buat aku jatuh cinta padanya, aku juga nggak tau. Yang aku tau hanya eksistensinya di dunia ini sangat berpengaruh pada kelangsungan hidupku. Sebegini besarnya sampai aku sendiri nggak tau lagi harus bagaimana untk buat hidupku kembali normal.

Aku punya banyak bias. Hampir di semua grup aku punya bias tapi yang selalu bertahan di hatiku cuma Kyuhyun dan Gongchan. Mereka adalah dua individu yang sama sekali berbeda. Aku suka Kyu dengan semua kekelamannya dan suka Gongchan dengan semua tingkah kekanakkannya.

Kyuhyun. Kalau orang tanya kenapa aku suka Kyuhyun dengan mantap aku akan jawab nggak tau. Kenapa? Karena sampai sat ini aku elum menemukan alasan yang cukup masuk akal untuk hal ini. Kalau ketampanan menurutku Doghae yang lebih tampan. Kemampuan vokal? Hey! Yesung yang menang. Apa lagi? Nggak ada. Dia sama sekali nggak ada bagusnya di mata aku tapi dia berhasil buat aku bersedia jadi orang gila yang jatuh cinta lagi, lagi dan lagi setiap harinya  dan perasaan itu hanya di tujukan kepada dirinya saja. menjijikan? menggelikan? aneh? Memang! Tapi mau gimana lagi, itu yang aku rasa. I can’t help it.

Gongchan. Sebuah alasan aku menemukan keceriaanku. Selama bertahun-tahun hidup dalam kesuraman dan akhirnya aku menemukan sesosok manusia yang bisa ngajarin aku gimana caranya menikmati hidup dengan cengiran lebar di wajah. Entahlah, dia selalu terlihat ceria dan bersinar di mata aku. Senyumannya benar-benar terlihat polos. Sifat kekanakannya yang hampir sama denganku—tapi aku lebih parah, buat aku merasa punya teman. Loh, memangnya aku nggak punya teman? Punya dong! ada 5 yang terdekat. hihihi XD

Aku ketemu mereka sejak SMP, aku merasa mereka bisa mengarahkan hidup aku menjadi lebih baik dari sbelumnya. Mereka punya ability masing-masing. Pertama, Wina. Dia yang ngajarin aku gimana caranya menjadi dewasa dan membuka pikiranku ke dunia yang lebih luas. Kedua, Farah. Dia yang ngajarin aku gimana caranya sabar. Ketiga, Asti. dibalik kerapuhan dirinya, dia yang ngajarin aku gimana caranya jadi kuat dan tegar. Keempat, Made. Dia sesosok gadis dengan tingkat kelabilan cukup tinggi tapi selalu berhasil menemukan kontrol diri yang pas disetiap kjadian. dia yang ngajarin aku mengontrol diriku sendiri. Terakhir, Rizky. Mmmhh… dia orang yang paling sering aku ajak debat. Mulutnya tajam, menusuk, menyakitkan. Manja dan err… ribet, walaupun dia laki-laki. Tapi dia ngajarin aku untuk loyal, maksudnya sedikit berkorban hahaha 😀

Ok. Aku sendiri tipikal orang yang Cuek dan terkesan tak memperdulikan apa yang terpampang jelas di hadapanku. Sebenarnya nggak juga. Terkadang aku nggak bisa memposisikan diriku sebagaimana mestinya dalam porsi yang pas. Aku seorang anak yang out of the box. Aku nggak suka di perintah dan terikat dalam suatu peraturan yang mewajibkan diriku untuk melakukan sesuatu. Kebebasan adalah suatu yang sangat aku dambakan. Aku juga tipikal orang yang akan menuntut keadilan seadil-adilnya untuk diriku sendiri. Terkesan egois, eh?

Aku nggak pernah bercita-cita untuk jadi penulis atau semacamnya. Aku hanya hobby. Dan semua cerita yang aku tulis merupakan penyempurnaan dari potonganadegan-adegan yang secara tiba-tiba muncul di otakku. Well, aku pernah bercita-cita menjadi seorang sutradara memang tapi hal itu dilarang orang tuaku dan sampai detik ini aku belm pernah mendengar alasan yang cukup logis kenapa mereka ngelarang aku untuk jadi sutradara.

Mengenai salah satu tokoh yang sepertinya selalu muncul di setiap ceritaku, Shin Hae Joon. Dia bukan fiksi atau karangan. Dia nyata. Setidaknya dia pernah hidup di dunia dan hadir di hidupku. Menjadi sesosok manusia yang sempat menggeser posisi Kyuhyun dihatiku. Tapi tuhan dan takdir berkata lain. Dia diambil dalam usia yang sangat muda dalam keadaan yang membuat aku menyesal seumur hidupku karena aku belum sempat bilang aku mencintainya. Dia orang yang suka memberi, bahkan selalu memberi tanpa memperdulikan bagaimana perasaannya sendiri. Dia selalu tersenyum walaupun terluka sekalipun. Pintar masak. Aku selalu memimpikan punya suami yang pandai masak. Aku beruntung. Itu yang aku pikirkan. Aku beruntung karena menjadi yang pertama dan terakhir untuknya. Dan aku tahu dia akan selalu menempati ruang khusus di hatiku sampai kapanpun. pasanagan sehidup sematiku.

Ini bukan blog pertamaku. Aku pernah buat dan aktif dalam blog sebelumnya tapi aku lupa passwordnya dan akhirnya aku memutuskan untuk buat yang satu ini. Aku menerima semua saran dan kritikan yang masuk tapi dengan catatan semua itu mohon di utarakan secara sopan. Aku juga bukan orang yang memusingkan “Silent Reader” karena aku juga kadang-kadang suka jadi silent reader. Tapi, alangkah baiknya kalau ninggalin jejak untuk memberi tahu eksistensi kalian. Iya kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: